Rabbi, pemilik diri dan yang menggenggam jiwaku.
Di bulan yang suci ini aku dihadapkan pada berbagai pilihan hidup.
Maka karuniakanlah aku jiwa yang suci, hati yang bening agar aku dapat melihat kebajikan yang Engkau pilihkan kepadaku.
Rabbi, aku tidak tahu apakah cita-citaku untuk menjadi seorang dosen hanyalah untuk mengikuti hawa nafsuku ataukah ada kebaikan yang Engkau tunjukkan di sana.
Sungguh Ya Allah, aku mengakui kelemahan akalku dalam berpikir tentang ilmu eksak. Sungguh aku mengakui kelemahan akalku dalam mengikuti ilmu tentang jurusan yang aku pilih semenjak SMK.
Allah, jangan Engkau biarkan aku tersesat jauh.
Sungguh, Egkau telah memudahkan jalan yang aku pilih termasuk, menyelesaikan studiku di SMK, melanjutkan S-1. Dan kini ya Allah aku juga sedang menunggu keputusan-Mu tentang studi S-2.
Allah, lagi-lagi, aku meragu adakah jurusan S-2 ku ini layak bagiku untuk memperjuangkannya.
Sungguh, yang menjadi motivasiku adalah agar aku bisa menjadi seorang dosen, agar aku bisa membahagiakan ayah dan ibuku, agar aku mengharumkan nama baik keluargaku yang telah menjadi seorang dosen.
Allah, aku dilema. jauh dari lubuk hatiku, aku lebih ingin menepati kodratku sebagai seorang wanita yaitu menjadi madrasyah bagi anak-anakku kelak. Aku lebih mencintai itu, daripada aku seharian di dunia kerja lalu membiarkan anakku dalam asuhan orang lain.
Allah, tunjuki aku jalan yang akan menyampaikan aku pada kerdhan-Mu.
Ikhlaskan hatiku bila aku harus melepaskan ambisiku untuk menjadi seorang dosen.
Karuniakan aku ganti yang lebih baik, yang lebih menentramkan hatiku dan juga dirdhai oleh kedua orang tuaku.
Sunnguh, ingin sekali aku membahagiakan ayah dan ibuku. Ingin aku membantu mereka melunasi hutang yang melilit mereka. Aku ingin membangun mereka rumah yang layak untuk dihuuni. Aku ingin menyaksikan mereka berhaji/berumrah. Aku ingin mereka memeluk hidayah dari-Mu. Aku ingin menyaksikan keteduhan dan ketenangan di hati mereka tanpa merasakan tekanan hidup yang karena kekurangan harta.
Allah, Yang Maha Kaya, inilah yang menjadi ambisiku untuk meraih citaku menjadi seorang dosen, aku merasa inilah salah satu jalan yang akan membantuku untuk memenuhi hajat keluargaku. Aku Meyakini Engkau Yang Maha Kaya dan Maha Dermawan. andai Engkau penuhi hajatku ini ya Allah walaupun bukan melalui perantara aku.
Maka aku akan lebih memilih memenuhi kodratku yaitu mengurusi keluargaku kelak, mendidik anak-anakku agar mengenalmu, menjaga amanah suamiku kelak dan senantiasa beribadah kepada-Mu.
Wahai Egkau yang telah menetapkan Qada dan Qadarku, tuntunlah aku untuk senantiasa ridha pada ketetapan-Mu.
Sungguh aku tidak sepenuhnya meminta untuk Engkau luluskan di UGM untuk melanjutkan S2, tapi bila itu takdir terbaik yang Engkau tetapkan bagiku, segala puji bagi Engkau ya Allah, semoga ENgkau tolong aku untuk mengemban amanah-Mu.
Allah, Rabbku Yang Maha Lembut, Engkau Maha mengetahui isi hatiku, Engkau lebih tahu yang terbaik bagiku. Engkau Tahu ya Allah,aku lebih mendambakan untuk menghafiz Al-Qur'an dan belajar banyak tentang islam. Engkau tahu ya Allah aku lebih mendambakan menjadi ibu rumah tangga yang sholeha dibanding harus bekerja lalu membiarkan anak-anakku kurang mendapat pengurusanku.
Allah... Aku hanya kembali kepada-Mu, Aku hanya mengadu kepada-Mu. Aku hanya meminta pertolongan-Mu. Tunjukkan aku jalan ya Allah. Wahai Yang kepada-Mu bergantung semua makhluk.
Wahai Engkau yang senantiasa mengurusi hamba-Mu.
Aku ridha ya Allah kadar rezeki yang Engkau tetapkan bagiku, Allah, Engkau Maha Tahu aku butuh harta untuk beribadah kepada-Mu. Maka izinkanlah aku mengambil dunia sebagai jalan bagiku untuk senantiasa kembali kepada-Mu.
Allah.... Siapa lagi yang akan menujuki aku selain Engkau.
Allah... AKukah yang terlalu khawatir atas takdirku.
Karuniakan aku ketakwaan ya Rabb, agar hatiku senantiasa tenang menjalani ketetapan dari-Mu.
Allah... Siapa lagi yang akan mengabulkan pintaku selain Engkau.
Allah.. imanku sungguh terlalu lemah menjalan kehidupanku.
Maka karuniakan aku ketakwaan kepada-Mu.
Allah.. begitu duniawikah cita-citaku.
Sungguh ya Allah, dibalik ambisiku yang terkesan duniawi, sebenarnya ya Allah, dan sesungguhnya Engkau Tahu kan ya Allah, aku ingin menjadi seorang hamba yang berilmu, yang bertakwa, dan yang menyeru manusia untuk menyembah dan bertakwa kepada-Mu. Aku ingin berdakwah di kampungku.
Aku ingin suamiku adalah seorang yang berlimu dan bertawa serta giat menyerukan agamamu kepada hamba-hamba-Mu. Aku menhajatkan agar Engkau karuniakan aku dan suamiku membangun masjid yang menjadi pusat kami dalam mendakwahkan agam-Mu. Aku mengharapkan masjid itu penuh barakah dan melahirkan hamba-hamba-Mu yang taat. Aku mengharapkan dari rahimku terlahir seorag ulama yang akan mewarisi masjid tersebut untuk melanjutkan amanah dariMu.
di Bulan yang suci ini, inilah beberapa pinta dari hamba ya Allah. Engkau Yang Maha Benar, hamba mohon ampun atas kekeliruan hamba.
7 Ramadahan 1435 H.
Sabtu, 5 Juli 2014
Di bulan yang suci ini aku dihadapkan pada berbagai pilihan hidup.
Maka karuniakanlah aku jiwa yang suci, hati yang bening agar aku dapat melihat kebajikan yang Engkau pilihkan kepadaku.
Rabbi, aku tidak tahu apakah cita-citaku untuk menjadi seorang dosen hanyalah untuk mengikuti hawa nafsuku ataukah ada kebaikan yang Engkau tunjukkan di sana.
Sungguh Ya Allah, aku mengakui kelemahan akalku dalam berpikir tentang ilmu eksak. Sungguh aku mengakui kelemahan akalku dalam mengikuti ilmu tentang jurusan yang aku pilih semenjak SMK.
Allah, jangan Engkau biarkan aku tersesat jauh.
Sungguh, Egkau telah memudahkan jalan yang aku pilih termasuk, menyelesaikan studiku di SMK, melanjutkan S-1. Dan kini ya Allah aku juga sedang menunggu keputusan-Mu tentang studi S-2.
Allah, lagi-lagi, aku meragu adakah jurusan S-2 ku ini layak bagiku untuk memperjuangkannya.
Sungguh, yang menjadi motivasiku adalah agar aku bisa menjadi seorang dosen, agar aku bisa membahagiakan ayah dan ibuku, agar aku mengharumkan nama baik keluargaku yang telah menjadi seorang dosen.
Allah, aku dilema. jauh dari lubuk hatiku, aku lebih ingin menepati kodratku sebagai seorang wanita yaitu menjadi madrasyah bagi anak-anakku kelak. Aku lebih mencintai itu, daripada aku seharian di dunia kerja lalu membiarkan anakku dalam asuhan orang lain.
Allah, tunjuki aku jalan yang akan menyampaikan aku pada kerdhan-Mu.
Ikhlaskan hatiku bila aku harus melepaskan ambisiku untuk menjadi seorang dosen.
Karuniakan aku ganti yang lebih baik, yang lebih menentramkan hatiku dan juga dirdhai oleh kedua orang tuaku.
Sunnguh, ingin sekali aku membahagiakan ayah dan ibuku. Ingin aku membantu mereka melunasi hutang yang melilit mereka. Aku ingin membangun mereka rumah yang layak untuk dihuuni. Aku ingin menyaksikan mereka berhaji/berumrah. Aku ingin mereka memeluk hidayah dari-Mu. Aku ingin menyaksikan keteduhan dan ketenangan di hati mereka tanpa merasakan tekanan hidup yang karena kekurangan harta.
Allah, Yang Maha Kaya, inilah yang menjadi ambisiku untuk meraih citaku menjadi seorang dosen, aku merasa inilah salah satu jalan yang akan membantuku untuk memenuhi hajat keluargaku. Aku Meyakini Engkau Yang Maha Kaya dan Maha Dermawan. andai Engkau penuhi hajatku ini ya Allah walaupun bukan melalui perantara aku.
Maka aku akan lebih memilih memenuhi kodratku yaitu mengurusi keluargaku kelak, mendidik anak-anakku agar mengenalmu, menjaga amanah suamiku kelak dan senantiasa beribadah kepada-Mu.
Wahai Egkau yang telah menetapkan Qada dan Qadarku, tuntunlah aku untuk senantiasa ridha pada ketetapan-Mu.
Sungguh aku tidak sepenuhnya meminta untuk Engkau luluskan di UGM untuk melanjutkan S2, tapi bila itu takdir terbaik yang Engkau tetapkan bagiku, segala puji bagi Engkau ya Allah, semoga ENgkau tolong aku untuk mengemban amanah-Mu.
Allah, Rabbku Yang Maha Lembut, Engkau Maha mengetahui isi hatiku, Engkau lebih tahu yang terbaik bagiku. Engkau Tahu ya Allah,aku lebih mendambakan untuk menghafiz Al-Qur'an dan belajar banyak tentang islam. Engkau tahu ya Allah aku lebih mendambakan menjadi ibu rumah tangga yang sholeha dibanding harus bekerja lalu membiarkan anak-anakku kurang mendapat pengurusanku.
Allah... Aku hanya kembali kepada-Mu, Aku hanya mengadu kepada-Mu. Aku hanya meminta pertolongan-Mu. Tunjukkan aku jalan ya Allah. Wahai Yang kepada-Mu bergantung semua makhluk.
Wahai Engkau yang senantiasa mengurusi hamba-Mu.
Aku ridha ya Allah kadar rezeki yang Engkau tetapkan bagiku, Allah, Engkau Maha Tahu aku butuh harta untuk beribadah kepada-Mu. Maka izinkanlah aku mengambil dunia sebagai jalan bagiku untuk senantiasa kembali kepada-Mu.
Allah.... Siapa lagi yang akan menujuki aku selain Engkau.
Allah... AKukah yang terlalu khawatir atas takdirku.
Karuniakan aku ketakwaan ya Rabb, agar hatiku senantiasa tenang menjalani ketetapan dari-Mu.
Allah... Siapa lagi yang akan mengabulkan pintaku selain Engkau.
Allah.. imanku sungguh terlalu lemah menjalan kehidupanku.
Maka karuniakan aku ketakwaan kepada-Mu.
Allah.. begitu duniawikah cita-citaku.
Sungguh ya Allah, dibalik ambisiku yang terkesan duniawi, sebenarnya ya Allah, dan sesungguhnya Engkau Tahu kan ya Allah, aku ingin menjadi seorang hamba yang berilmu, yang bertakwa, dan yang menyeru manusia untuk menyembah dan bertakwa kepada-Mu. Aku ingin berdakwah di kampungku.
Aku ingin suamiku adalah seorang yang berlimu dan bertawa serta giat menyerukan agamamu kepada hamba-hamba-Mu. Aku menhajatkan agar Engkau karuniakan aku dan suamiku membangun masjid yang menjadi pusat kami dalam mendakwahkan agam-Mu. Aku mengharapkan masjid itu penuh barakah dan melahirkan hamba-hamba-Mu yang taat. Aku mengharapkan dari rahimku terlahir seorag ulama yang akan mewarisi masjid tersebut untuk melanjutkan amanah dariMu.
di Bulan yang suci ini, inilah beberapa pinta dari hamba ya Allah. Engkau Yang Maha Benar, hamba mohon ampun atas kekeliruan hamba.
7 Ramadahan 1435 H.
Sabtu, 5 Juli 2014
Comments