Tentang Rasa


Perasaan Cinta kepada sesuatu hal/objek yang motivnya bukan  karena Allah akan membutakan kita terhdap keburukan atau kelemahan hal/objek tsb dan kita hanya bisa melihat kebaikan yang ada padanya (memandang dengan sebelah mata).
Persaan  Benci terhadap sesuatu hal/ objek yang motivnya bukan karena Allah, akan membutakan kita terhadap kebaikan hal/objek tsb dan kita hanya fokus pada kelemahan dan kejelakannya. Persaan Cinta dan Bneci  yang timbul karena Allah sajalah yang mampu membuat kita memandang segala sesuatunya dengan seimbang dan adil.

Tidak berniat menggurui wahai saudara/iku, tapi inilah sekelumit pengalaman pribadi saya. mari berhati-hati dalam mencintai dan membenci sesuatu hal. sebagaimana Allah memperingatkan kita agar mencintai dan membenci sesuatu hal dengan sekadarnya, karena mungkin saja yang menurut kita baik belum tentu baik di sisi Allah, dan sesuatu yang menurut kita buruk belum tentu di sisi Allah buruk.

sebagai makhluk Allah saya sendiri sangat sering mengalami pengalaman di atas. Dalam mulut saya mengatakan bahwa saya "mengagumi si anu karena Allah", saya menyayangi si Anu karena Allah. tapi ternyata ketika Allah menujukkan kelemahan dan keburukan si Anu persaan saya malah berubah 180 derajat, yang tadinya kagum saya malah menaruh perasaan kecewa padanya, yang tadinya sayang kini berubah menjadi benci.

Hati kita memang Allah yang menguasai, tapi tugas kita adalah menjaga, mendendalikan, dan mensucikannya sedaya mampu kita. Mari terus mengintropeksi diri, membersihkan hati, mensucikan jiwa, dengan sering beritigfar, berdo'a agar Allah senantiasa membimbing kita di Jalan yang diridhoi-Nya.

Ada banyak hal yang membuat kita buta dalam menaruh persaan terhadap sesuatu hal. mungkin saja mata hati kita sudah mulai tertutupi oleh noda-noda akibat kemaksiatan yang kita perbuat. atau kecintaan kita kepada dunia membuat kita lalai untuk mengintropeksi dan menghisab amal dan perbuatan. sehingga dosa-dosa kecil pun tidak terasa di hati yang akhirnya mendorong kita untuk melakukan dosa besar.atau mungkin ego dalam diri kita ini sudah tidak menutupi seluruh tubuh kita sehingga kita merasa kitalah yang paling pantas menilai baik buruknya sesuatu.



Mari kita saling emndo'akan agar senantiasa istiqomah mengamalkan ilmu yang kita peroleh. Karena mungkin kekuatan do'a kita akan lebih berpengaruh dibandikan dengan ajakan lisan yang pernah dan bahkan setiap saat kita sampaikan kepada saudara/i kita.

Comments