Pada zaman jahiliyah, kelahiran seorang bayi perempuan adalah
lembaran hitam dalam kehidupan sepasang suami istri. Bahkan merupakan
lembaran hitam bagi keluarga dan kabilahnya. Kepercayaan masyarakat
jahiliyah seperti itu mendorong mereka mengubur anak perempuan
hidup-hidup karena takut cela dan aib. Penguburan anak perempuan
tersebut dilakukan dengan cara yang sangat sadis tanpa ada rasa sayang
dan belas kasih sama sekali. Anak perempuan tersebut dikubur
hidup-hidup. Mereka melakukan perbuatan terkutuk itu dengan berbagai
macam cara. Di antaranya, jika lahir seorang bayi perempuan, mereka
sengaja membiarkan bayi itu hidup sampai berusia 6 tahun, kemudian si
bapak berkata kepada ibu anak yang malang tersebut: “Dandanilah anak
ini, sebab aku akan membawanya menemui paman-pamannya.” Sementara si
bapak telah menyiapkan lubang di tengah padang pasir yang sepi. Lalu
dibawalah anak perempuannya itu menuju lubang tersebut. Sesampainya di
sana si bapak berkata kepadanya: “Lihatlah lubang itu!” lalu
sekonyong-konyong ia dorong anak itu ke dalamnya dan menimbunnya dengan
tanah secara sadis dan keji.
Nikmat yang mana lagi yang patut aku dustakan.. bukankah melalu dakwah Rasulullah kaum hawa telah dibebaskan dari ngerinya lobang kematian sebelum waktunya............
Lalu sebab apa lagi aku berbangga diri dengan menanggalkan Hijab dan membuka aurat menodai pandangan si kaum adam, mengiris sedikit demi sedikit keimanan mereka (kaum adam)..
Nikmat yang mana lagi yang patut aku dustakan.. bukankah melalu dakwah Rasulullah kaum hawa telah dibebaskan dari ngerinya lobang kematian sebelum waktunya............
Lalu sebab apa lagi aku berbangga diri dengan menanggalkan Hijab dan membuka aurat menodai pandangan si kaum adam, mengiris sedikit demi sedikit keimanan mereka (kaum adam)..
Comments