Tempat terindah atau tempat terhina

Lagi – lagi hidup itu pilihan. Sebelum kita menghabiskan waktu lebih lama di dunia yang fana ini. Sebelum berjalan lebih jauh. Ada beberapa hal penting yang harus kita persiapkan, sebagaimana kita hendak bepergian jauh. Hendaknya kita punya tujuan, hendaknya kita punya dasar atau pedoman untuk membenarkan tujuan tersebut. Karena hal tersebut akan menentukan hasil akhir dari perjalanan kita. Jika kita pergi tanpa bekal maka dengan logikanya darimana kita hendak mencapai sesuatu tanpa persiapan dan usaha yang jelas. Jangan mengharap emas turun dari langit. Tapi mengaharaplah kepada Yang Maha Pemberi bahwa dengan usaha dan kerja keras yang kita lakukan akan mengantarkan pada dua kemungkinan, Berhasil atau gagal.

Dalam bahasa sederhananya…. Sebelum kita berangkat lebih jauh seharusnya kita sudah memesan tempat di akhirat sana. Ada dua tempat Yang Allah sediakan untuk hamba-Nya berupa syurga dan Neraka. Di mana untuk menempati ke duanya ada syarat tertentu yang harus kita penuhi. Tempat terindah adalah Syurga di tujukan kepada Hamba2 Allah yang mukmin. Sedangkan Neraka adalah tempat terhina yang ditujukan kepada Hamba2 Allah yang Kafir, Munafik dan fasik.
Seandainya di Dunia ini ada penjual titek dari kedua tempat ini tentunya loket penjualan tiket neraka akan sepi tanpa pelanggan. Sedangkan loket penjualan tiket untuk syurga akan butuh lebih banyak karyawan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Tapi kenyataan yang ada saat ini sangat jauh berbeda. Banyak orang yang tidak mempunyai cukup modal untuk membeli tiket ke syurga .

Rp. 1000 untuk sekedar membuka senyum fakir miskin sangat mahal dibandingkan Rp. 100.000 untuk membeli sepatu baru. 10 menit untuk mengabdikan diri kepada Allah akan lebih sulit dibandingkan dengan berjam jam di depan TV, di Kedai kopi, Di tempat kerja, Di warnet, dan jalan jalan ke Mall. Rp. 1000 sebagai infak di masjid setiap minggunya tersa berat dibandingkan Rp. 5000/hari isi pulsa atau bayar uang warnet untuk facebookan di warnet.

Lalu di mana buktinya kita menginginkan tempat terindah, lalu mana buktinya kita takut neraka. Cukupkah dengan Status islam yang ada di KTP kita….? Apakah KTP tersebut bisa kita tunjukkan ke hadapan Malaikat Ridwan untuk masuk syurga…..? Tidakkan saudaraku……. ?

Lalu mengapa kita masih menyombongkan diri merasa tidak mempunyai hutang kepada Dzat Yang Maha Pemberi (Allah). Apakah kita terlalu gagah untuk bediri di hadapan-Nya menunaikan Ibadah sholat. Apakah tidak kita sadari tidak satu pun di dunia ini bahkan yang ada pada diri kita berda dalam
kekuasaan kita. Jika Allah berkehendak wajah yang cantik dalam sekejap bisa berganti dengan seburuk2 rupa atas kehendak-Nya. Harta yang melimpah, tanah yang terhampar luas dalam sedetik bisa hancur tanpa permisi dulu kepada kita. Mobil mewah, Rumah mewah, tempat tidur yang mewah tidak akan di bawa mati tetapi kita akan diletakkan di antara himpitan tanah yang selama ini menjadi pijakan kaki kesombiongan kita. Lalu nikmat yang mana lagi yang membawa kita pada kesombongan.

Tidakkah kita punya waktu untuk merenungkan kalimah Agung yang kita ikrarkan (La ilaha illallah). Ataukah kita merasa cukup dengan hanya melafazkannya tanpa merasa memiliki tanggung jawab atas lafaz tersebut.

Apakah apabila kita menyatakan cinta kita kepada seseorang lalu kita menjauhinya. Itukah cinta.? Bukankah cinta itu sebuah pengorbanan, Perjuangan.

Lalu apa buktinya kita mencintai Allah ? Apa yang sudah kita korbankan? Apa yang telah kita lakukan…. ? jangan jnagan kita lebih rendah dari seekor monyet yang membuntuti tuannya setelah ia diberi makan…… ?

Manusia memang makhluk paling sombong setelah iblis. Ketika kita di timpa musibah maka sikap yang paling hina dan merendah diri akan kita lakukan di hadapan-Nya memohon agar dimudahkan dari segala kesusuahan dan berjanji akan mensyukurinya. Namun setelah pertolongan itu datang dengan sombongnya kita berkata “ini tidak lain adalah atas usaha saya sendiri.”

Tapi saya sangat berharap bahwa orang orang yang mengikhlaskan hati untuk menghayati cacatan ini bukanlah orang orang yang tergolong tidak punya persiapan, kalaupun ada mungkin selama ini kita kurang diingatkan atau kurang lebih abadi.

Jika saudara/I adalah orang yang kurang faham atau ingin lebih faham tentang bekal yang harus dipersiapkan untuk perjalanan jauh menuju hidup paling Abadi. Silahkan anda hubungi orang yang menurut anda dapat membimbing ke arah yang lebih baik dan dapat menanbah semangat anda untuk terus mendektakan diri kepada Allah.

Kita jangan terlalu merasa palng sibuk di dunia hingga kita tidak punya waktu untuk menuntut ilmu Allah ! jangan terlalu sombong telah memiliki ilmu paling banyak hingga kita eggan untuk mendekati orang2 berilmu. .. !! kita jangan terlalu kikir terhadap harta yang kita miliki untuk membelanjakannya dalam menuntut ilmu. … !!

Yakinlah Allah akan menggantinya dengan yang Lebih baik dari itu semua. Yakinlah Allah kan memudahkan jalan orang2 yang menuntut ilmu karena Allah.

Akhirul kalam. Saya cukupkan sampai di sini semoga catatan ini dapat membuka pintu hati yang tertutup rapat dan segera menuju majlis2 ilmu Allah. Semoga catatan ini memberi keringanan langkah untuk menyibukkan diri di Jalan Allah. Semoga cacatan ini dapat memotivasi, dan mengingatkan penulis bahwa kejayaan Agama Allah ini membutuhkan orang orang yang Ridho atas ketentuan-Nya.

Wallohu ‘aklam bis showab


………………Sertai selalu aktivias kita dengan niat mengharap keridhoan-Nya……………………………

Comments