hadiah ini bukanlah satu-satunta pemberian Allah untukku akan tetapi ini adalah salah satu dari pemberian-Nya yang tak terhitung jumlahnya. hadiah ini juga bukan hadiah teristimewa di antara hadiah yang Allah berikan padaku akan tetapi inilah hadiah yang merupakan ijabah dari do'a dan hajatku. Dalam do'a dan hajatku aku selalu meminta jika ini baik bagiku maka kabulkanlah dan jika ini bukan yang terbaik bagiku maka berikan aku ketabahan, kesabaran, dan kepahaman bahwa keputusan-Mu adalah sebaik-baik keputusan.
Ketika inginku terhadap hadiah ini terus meningkat dan mencapai titik puncak, aku terus mendesak agar Allah mengabulkan do'aku, agar Allah menjawab pintaku, agar Allah berpihak pada hasratku.
Sungguh karena hasrat untuk memiliki hadiah ini telah melemahkan kesabaranku, membutakan hatiku hingga aku terus mendesak dan mendesak agar Allah berpihak pada hasratku. bahkan aku tidak memberikan toleransi terhadap diriku untuk selalu ridho jika suatu saat ternyata Allah tidak berpihak pada pintaku dan Allah lebih memilih untuk memberi hadiah yang lain.
Tentu saja sifat ini adalah bagian dari keegoisanku. Ini juga bagian dari kelemahan yang perlu kucari obat dan penangkalnya. karena hadiah ini memang terlalu muluk-muluk. sungguh ini juga bagian dari dorongan hawa nafsu yang kurang terkendali.
hari berhanti hari, do'a dan munajat terus kusampaikan, hari2ku penuh dengan bayang2an hadiah tersebut, ketika kaki melangkah, mata menembus jagad raya namun hati dan fikiranku sungguh terlalu fokus pada sebuah hadiah.
Hadiah itu telah di depan mata, dalam genggaman tangan, dan Allah titipkan padaku untuk menjaganya, menggunakan sesuai ridho-Nya. seperti apakah kebahagian yang telah mendatangiku, seperti apakah rasa syukur yang kusampaikan.
Kawan, aku memang bahagia, aku juga tidak lupa bersyukur, namun aku mulai takut, takut jika ternyata aku dilalaikan, takut jika ternyata hadiah ini belum pas untukku, takut jika ternyata hadiah ini membuat jauh dari-Nya.
hari demi hari aku terus merenug,, dibalik kebahagian yang sedang kurasakan ada resah yang membuatku untuk terus instropeksi diri. Akhirnya aku menemukan sebuah jawab yang Allah kirimkan melalui pamanku yang memberi nasihat yang berisikan : "fitri ini titipan Allah, pergunakan kepada hal-hal yang baik, luruskan niat setiap ingin menggunakannya, berdo'alah agar Allah senantiasa melindungimu bersamanya."
Nasihat inilah yang menguatkan hatiku untuk meyakini bahwa hadiah ini memang baik bagi. kesimpulan yang bisa kudapat adalah hadiah ini aku beri nama "Si Ladang Amal" dimana hadiah ini akan aku jadikan sebagai perantara yang mendekatkan aku dengan Rabbku, hadiah ini akan kujadikan ladang amal, sehingga ketika ada hal-hal buruk yang terbesit dalam benakku tentang hadiah ini maka aku akan segera sadar dengan mengingat nama hadiah ini.
Ketika siap memberinya namasebagai "ladang amal" maka hadiah ini pun siap untuk kujadikan sebagai kendaraan menuju Ridho-Nya, menuju hal2 yang diridhoi-Nya.
Beginilah cara saya mensyukuri hadiah yang Allah berika untuk. Hadiah ini datang tepat di Hari lahirku, menjadi sesuatu yang mengharukan bagiku, betapa indah rencana Allah dalam menjawab do'aku di hari lahirku.
..........Si Ladang Amal adalah Hadiah dari Tuhanku di hari Ulang Tahunku.............
Ketika inginku terhadap hadiah ini terus meningkat dan mencapai titik puncak, aku terus mendesak agar Allah mengabulkan do'aku, agar Allah menjawab pintaku, agar Allah berpihak pada hasratku.
Sungguh karena hasrat untuk memiliki hadiah ini telah melemahkan kesabaranku, membutakan hatiku hingga aku terus mendesak dan mendesak agar Allah berpihak pada hasratku. bahkan aku tidak memberikan toleransi terhadap diriku untuk selalu ridho jika suatu saat ternyata Allah tidak berpihak pada pintaku dan Allah lebih memilih untuk memberi hadiah yang lain.
Tentu saja sifat ini adalah bagian dari keegoisanku. Ini juga bagian dari kelemahan yang perlu kucari obat dan penangkalnya. karena hadiah ini memang terlalu muluk-muluk. sungguh ini juga bagian dari dorongan hawa nafsu yang kurang terkendali.
hari berhanti hari, do'a dan munajat terus kusampaikan, hari2ku penuh dengan bayang2an hadiah tersebut, ketika kaki melangkah, mata menembus jagad raya namun hati dan fikiranku sungguh terlalu fokus pada sebuah hadiah.
Hadiah itu telah di depan mata, dalam genggaman tangan, dan Allah titipkan padaku untuk menjaganya, menggunakan sesuai ridho-Nya. seperti apakah kebahagian yang telah mendatangiku, seperti apakah rasa syukur yang kusampaikan.
Kawan, aku memang bahagia, aku juga tidak lupa bersyukur, namun aku mulai takut, takut jika ternyata aku dilalaikan, takut jika ternyata hadiah ini belum pas untukku, takut jika ternyata hadiah ini membuat jauh dari-Nya.
hari demi hari aku terus merenug,, dibalik kebahagian yang sedang kurasakan ada resah yang membuatku untuk terus instropeksi diri. Akhirnya aku menemukan sebuah jawab yang Allah kirimkan melalui pamanku yang memberi nasihat yang berisikan : "fitri ini titipan Allah, pergunakan kepada hal-hal yang baik, luruskan niat setiap ingin menggunakannya, berdo'alah agar Allah senantiasa melindungimu bersamanya."
Nasihat inilah yang menguatkan hatiku untuk meyakini bahwa hadiah ini memang baik bagi. kesimpulan yang bisa kudapat adalah hadiah ini aku beri nama "Si Ladang Amal" dimana hadiah ini akan aku jadikan sebagai perantara yang mendekatkan aku dengan Rabbku, hadiah ini akan kujadikan ladang amal, sehingga ketika ada hal-hal buruk yang terbesit dalam benakku tentang hadiah ini maka aku akan segera sadar dengan mengingat nama hadiah ini.
Ketika siap memberinya namasebagai "ladang amal" maka hadiah ini pun siap untuk kujadikan sebagai kendaraan menuju Ridho-Nya, menuju hal2 yang diridhoi-Nya.
Beginilah cara saya mensyukuri hadiah yang Allah berika untuk. Hadiah ini datang tepat di Hari lahirku, menjadi sesuatu yang mengharukan bagiku, betapa indah rencana Allah dalam menjawab do'aku di hari lahirku.
..........Si Ladang Amal adalah Hadiah dari Tuhanku di hari Ulang Tahunku.............
Comments