Dulu dan sekarang??????????
beda dunk.... !!!!!
Dulu... jumpa sama, pasti pura-pura nggak nengok biar nggak negur duluan. tapi kalau sekarang ... hmmmm udah mulai butuh sama namanya persaudaraan, ikatan silaturrahim. yaaaahhh mungkin dulu egonya berada di sudut 90 derajat insyaAllah sekarang, nggak jauh beda sih ya sekita 60-70 derajatlah, karena sekali-sekali perasaan paling pinter, paling baik, paling pandai masih muncul. nggak sengaja sih, yaah jelas za tu namanya tetap ego... ya nggak.. ya nggak????
Dulu kalau ngerjain sesuatu enaknya kerjain sendiri karena kurang yakin sama kompetensi orang lain, pi sekarang nggak seego itulah, dah mulai suka sama yang namanya kerjasama, kerja kelompok walaupun nggak sering2 amat yang penting kan dah mulai suka.
Dulu paling susah senyumin orang, rasa2 senyuman itu harta paling mahal, tapi sekarang Alhamdulillah dah mulai ramah, bahkan dah mulai suka membuka pembicaraan sama orang yang belum kenal, pokoknye alhmdulillah bangat dech atas semua perubahan ini.
Dulu... sering bangat negatif thinking sama, liat orang pake baju seksi langsung kasi coment "itu orang koq suka ya pake baju yg belum siap!!!!". he.. he... tapi kalau sekarang liat orang pake baju seksi, comentnya dah mulai positif "hmmm Artagfirullah Hal Azim, yang begini nih ladang dakwah untuk saya!!!"
Dulu... Kalau kiriman dari kampung agak telat dan sering ditunda, bawaannya pasti marah aja.. dada pun sesak dan semua serba salah. tapi kalau sekarang, hmmm berubah 150 derajat, dah nggak marah lagi, paling cuma berbisik dalam hati "mungkin Allah sedang menguji kesabaranku. "
Dulu... pengennya semua orang tu seperti saya, mengikuti kemauan saya, membenarkan pendapat saya dan mengiyakan setiap ajakan saya. tapi kalau sekarang pikiran dan emosianya dah mulai terpola dan menanamkan prinsip "setip manusia memiliki pola pikir dan pengelolaan emosi yang bervariasi, hidup ini akan tampak kaku apabila dihuni oleh satu jenis sifat".
Dulu... pengennya semua orang menyangi saya, memperhatikan saya, peduli terhadap saya dan pengennyasemua menjadika saya sebagai orang spesial dalam hidupnya. tapi kini, hmmmmmm sudah mencoba menyayangi, peduli dan perhatian kepada orang lain tanpa menuntut orang lain melakukan hal yang sama.
Dulu.... kalau lage jalan matanya jelalatan lirik kanan-kiri, tanpa mengiraukan mudhoratnya. kini.... hmmmm agak berubah sikit, pandangannya udah mulai terjaga dan nggak seliar dulu. yaaahhhh.. pi kalau negok siiii .... yg agak cakep,,,,, hmmmm paling dalam hati ada bisikan "Subahanalloh indahnya ciptaan-Mu Robb, kira pendamping yang Allah sediakan untuknya siapa yaaaaa?????" ha..ha... ha.... Canda yo, nggak lah selebay itu. GB.. GB... GB... (Ghodul Bashar.
Dulu .... ya dulu...
Sekarang ya sekarang....
ha..ha... ha,,,, tanya sendiri jawab sendiri ne.
pokoknya dulu diriku agak ancur pi kini, lebih ancur lage..... eh salah kini mulai membaik deng...
Dulu lidahku sering menyayat luka di hati Ukhtifillah....
Pi kini ku mulai mencoba berbaik padanya berharap maafnya bisa kuraih...
dulu.. Wajah ini selalu wajah jam 12 siang, sulit untuk tersenyum apalagi tertawa....
pi kini, senyum dan tertawa sudah bagian dari keindahan hidupku....
Dulu ... aku mungkin adalah manusia paling sensitif, mudah tersinggung.
Pi kini .... aku tidak terlallu mengambil hati apa kata mereka, bagaimana sikap mereka terhdapku. aku berusaha untuk selalu enjoy, ceria dan berprasangka baik.
Dulu.... aku manusia yang meiliki tegangan 500 Volt, sehingga emosional sering melompat karena kelebihan tegangan.
Kini.... ketegangan hidupku mulai mencair, aku tidak terlalu serius dalam menanggapi setiap peristiwa yang mungkin itu memang tidak terllalu penting untuk diseriusin.
Hmmmmmmm Alhmdulillah, atas ijabah yang Engkau berikan pada setiap lantunan do'aku......
Alhamdulillah,,, Engkau memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki keburukan yang ada dalam diri ini walau masih ada yang tersisa.
Robbku.... Aku tidak akan berhenti berharap atas cahaya hidayah-Mu untuk menerangi setiap langkah hidupku....
beda dunk.... !!!!!
Dulu... jumpa sama, pasti pura-pura nggak nengok biar nggak negur duluan. tapi kalau sekarang ... hmmmm udah mulai butuh sama namanya persaudaraan, ikatan silaturrahim. yaaaahhh mungkin dulu egonya berada di sudut 90 derajat insyaAllah sekarang, nggak jauh beda sih ya sekita 60-70 derajatlah, karena sekali-sekali perasaan paling pinter, paling baik, paling pandai masih muncul. nggak sengaja sih, yaah jelas za tu namanya tetap ego... ya nggak.. ya nggak????
Dulu kalau ngerjain sesuatu enaknya kerjain sendiri karena kurang yakin sama kompetensi orang lain, pi sekarang nggak seego itulah, dah mulai suka sama yang namanya kerjasama, kerja kelompok walaupun nggak sering2 amat yang penting kan dah mulai suka.
Dulu paling susah senyumin orang, rasa2 senyuman itu harta paling mahal, tapi sekarang Alhamdulillah dah mulai ramah, bahkan dah mulai suka membuka pembicaraan sama orang yang belum kenal, pokoknye alhmdulillah bangat dech atas semua perubahan ini.
Dulu... sering bangat negatif thinking sama, liat orang pake baju seksi langsung kasi coment "itu orang koq suka ya pake baju yg belum siap!!!!". he.. he... tapi kalau sekarang liat orang pake baju seksi, comentnya dah mulai positif "hmmm Artagfirullah Hal Azim, yang begini nih ladang dakwah untuk saya!!!"
Dulu... Kalau kiriman dari kampung agak telat dan sering ditunda, bawaannya pasti marah aja.. dada pun sesak dan semua serba salah. tapi kalau sekarang, hmmm berubah 150 derajat, dah nggak marah lagi, paling cuma berbisik dalam hati "mungkin Allah sedang menguji kesabaranku. "
Dulu... pengennya semua orang tu seperti saya, mengikuti kemauan saya, membenarkan pendapat saya dan mengiyakan setiap ajakan saya. tapi kalau sekarang pikiran dan emosianya dah mulai terpola dan menanamkan prinsip "setip manusia memiliki pola pikir dan pengelolaan emosi yang bervariasi, hidup ini akan tampak kaku apabila dihuni oleh satu jenis sifat".
Dulu... pengennya semua orang menyangi saya, memperhatikan saya, peduli terhadap saya dan pengennyasemua menjadika saya sebagai orang spesial dalam hidupnya. tapi kini, hmmmmmm sudah mencoba menyayangi, peduli dan perhatian kepada orang lain tanpa menuntut orang lain melakukan hal yang sama.
Dulu.... kalau lage jalan matanya jelalatan lirik kanan-kiri, tanpa mengiraukan mudhoratnya. kini.... hmmmm agak berubah sikit, pandangannya udah mulai terjaga dan nggak seliar dulu. yaaahhhh.. pi kalau negok siiii .... yg agak cakep,,,,, hmmmm paling dalam hati ada bisikan "Subahanalloh indahnya ciptaan-Mu Robb, kira pendamping yang Allah sediakan untuknya siapa yaaaaa?????" ha..ha... ha.... Canda yo, nggak lah selebay itu. GB.. GB... GB... (Ghodul Bashar.
Dulu .... ya dulu...
Sekarang ya sekarang....
ha..ha... ha,,,, tanya sendiri jawab sendiri ne.
pokoknya dulu diriku agak ancur pi kini, lebih ancur lage..... eh salah kini mulai membaik deng...
Dulu lidahku sering menyayat luka di hati Ukhtifillah....
Pi kini ku mulai mencoba berbaik padanya berharap maafnya bisa kuraih...
dulu.. Wajah ini selalu wajah jam 12 siang, sulit untuk tersenyum apalagi tertawa....
pi kini, senyum dan tertawa sudah bagian dari keindahan hidupku....
Dulu ... aku mungkin adalah manusia paling sensitif, mudah tersinggung.
Pi kini .... aku tidak terlallu mengambil hati apa kata mereka, bagaimana sikap mereka terhdapku. aku berusaha untuk selalu enjoy, ceria dan berprasangka baik.
Dulu.... aku manusia yang meiliki tegangan 500 Volt, sehingga emosional sering melompat karena kelebihan tegangan.
Kini.... ketegangan hidupku mulai mencair, aku tidak terlalu serius dalam menanggapi setiap peristiwa yang mungkin itu memang tidak terllalu penting untuk diseriusin.
Hmmmmmmm Alhmdulillah, atas ijabah yang Engkau berikan pada setiap lantunan do'aku......
Alhamdulillah,,, Engkau memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki keburukan yang ada dalam diri ini walau masih ada yang tersisa.
Robbku.... Aku tidak akan berhenti berharap atas cahaya hidayah-Mu untuk menerangi setiap langkah hidupku....
Comments